Tinta printer orisinal harganya tidak murah. Pasti rasanya "sakit hati" kalau baru sebentar dipakai sudah muncul peringatan Ink Low.
Tapi tenang, di Jejak Printer, kami punya trik cerdas agar tinta printer Anda lebih awet tanpa membuat dokumen Anda terlihat pudar atau tidak profesional. Yuk, simak rahasianya!
1. Gunakan Font "Eco-Friendly"
Tahukah Anda bahwa jenis huruf (font) sangat memengaruhi penggunaan tinta?
Hindari: Arial dan Impact karena garisnya yang tebal memakan banyak tinta.
Gunakan: Century Gothic, Times New Roman, atau Ecofont. Century Gothic diklaim bisa menghemat tinta hingga 30% karena garisnya yang tipis namun tetap mudah dibaca.
2. Setting 'Draft Mode' untuk Dokumen Tidak Resmi
Jika Anda hanya mencetak materi kuliah atau draf laporan yang akan diperiksa sendiri, ubah setelan cetak ke Draft atau Fast Printing.
Caranya: Buka Printing Preferences > Pilih Quality Option > Pilih Draft. Hasilnya memang sedikit lebih tipis, tapi sangat menghemat cadangan tinta Anda.
3. Gunakan Fitur "Grayscale" (Hitam Putih)
Jangan biarkan printer menggunakan tinta warna jika Anda hanya mencetak teks hitam. Kadang printer menggabungkan warna Cyan, Magenta, dan Yellow untuk menghasilkan warna hitam yang lebih pekat.
Tips: Centang kotak Grayscale Printing di setelan printer agar hanya tinta hitam yang bekerja.
Tabel Perbandingan Penggunaan Tinta Berdasarkan Font
| Jenis Font | Konsumsi Tinta | Keterangan |
|---|---|---|
| Arial | Tinggi | Standar, tapi boros karena tebal. |
| Times New Roman | Sedang | Cukup hemat dan sangat formal. |
| Century Gothic | Rendah | Paling hemat untuk penggunaan teks. |
| Impact | Sangat Tinggi | Gunakan hanya untuk judul besar. |
4. Jangan matikan printer secara paksa
Selalu matikan printer menggunakan tombol Power, jangan langsung mencabut kabel dari stopkontak. Saat dimatikan melalui tombol, printer akan memarkirkan head ke posisi aman agar tinta tidak menguap dan mengering.
